PENGEMBANGAN MORTAR BATA BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH, CRUMB RUBBER DAN IRON TURNING WASTE UNTUK DINDING RAMAH LINGKUNGAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK

Authors

  • Jaya Putro Prihambodho Universitas Negeri Surabaya
  • Anggi Rahmad Zulfikar Universitas Negeri Surabaya

Keywords:

Bata Beton Geopolimer, Fly Ash Tipe F, Crumb Rubber, Iron Turning Waste, Kuat Tekan

Abstract

Meningkatnya kebutuhan material bangunan mendorong penggunaan bata beton berbasis semen Portland yang berkontribusi sekitar 7–8% terhadap emisi CO₂ global. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan Crumb Rubber (CRB) dari ban bekas dan Iron Turning Waste (IRW) dari limbah pembubutan logam sebagai substitusi parsial pasir terhadap sifat fisik, kuat tekan, dan penyerapan air mortar bata beton geopolimer berbasis fly ash Tipe F. Metode penelitian menggunakan eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Benda uji berupa kubus 50×50×50 mm dibuat dalam 9 variasi kombinasi CRB (0%, 5%, 10%) dan IRW (0%, 5%, 10%). Pasta geopolimer menggunakan rasio fly ash dan alkali aktivator 74%:26%, NaOH 14 M, serta rasio Na₂SiO₃:NaOH sebesar 2,5:1. Sebanyak 135 benda uji diuji kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari serta penyerapan air pada umur 28 hari sesuai SNI 03-6825-2002, kemudian dievaluasi berdasarkan SNI 03-0349-1989. Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisik meningkat seiring bertambahnya umur perawatan, sedangkan penambahan CRB menurunkan kepadatan permukaan. Kuat tekan seluruh variasi meningkat terhadap umur, dengan nilai tertinggi sebesar 27,92 MPa pada variasi 0%CRB–10%IRW. Penambahan CRB menurunkan kuat tekan, namun IRW mampu mengompensasi penurunan tersebut melalui efek micro-filler. Nilai penyerapan air berkisar 6,11–10,61%, seluruhnya berada di bawah batas maksimum Mutu I SNI (25%). Variasi 0%CRB–10%IRW menjadi campuran paling optimal dengan kuat tekan 27,92 MPa dan penyerapan air 8,95%. Seluruh variasi memenuhi persyaratan Mutu I SNI 03-0349-1989, sehingga berpotensi sebagai alternatif bata beton geopolimer ramah lingkungan berbasis limbah industri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hamidi, R. M., Man, Z., & Azizli, K. A. (2016). Concentration of NaOH and the effect on the properties of fly ash based geopolymer. Procedia Engineering, 148, 189–193. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2016.06.568

Hasanbasri, M. (2022). Identifikasi dampak industri semen yang merugikan. 280–289.

Irfan Hi Abd Rahman, P. S. (2020). Analisis dampak penambangan pasir pantai terhadap kerusakan lingkungan fisik di Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai. 6(4). https://doi.org/10.5281/zenodo.4310457

Mulyani, S., & Hamdani, D. (2017). Teknik pencampuran yang optimal antara crumb rubber dan aspal pen 60/70. 34(1), 8–19.

Peng, J., Zhao, Z., & Yin, G. (2022). Evaluation of urban land resource value based on sustainable environment space governance. Alexandria Engineering Journal, 61(7), 5585–5593. https://doi.org/10.1016/j.aej.2021.11.042

Rodliya, L. S. (2018). Jurnal Rodliya Lisana Sidqi.

Wulandari, F. S., Zulfikar, A. R., Syaibatul, R., & Nafis, A. (2025). Potential assessment of utilizing rice husk ash and fly ash in concrete production to advance sustainable building materials. 3(2), 1–8.

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Putro Prihambodho, J., & Rahmad Zulfikar, A. (2026). PENGEMBANGAN MORTAR BATA BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH, CRUMB RUBBER DAN IRON TURNING WASTE UNTUK DINDING RAMAH LINGKUNGAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK. Global Research and Innovation Journal, 2(2), 2120–2133. Retrieved from https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/1480

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.