STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DAN SERAT IJUK TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH (STUDI KASUS : DESA TAMBAKREJO, KECAMATAN WARU, KABUPATEN SIDOARJO, JAWA TIMUR)

Authors

  • Moch Ikcrom Universitas Negeri Surabaya
  • Arik Triarso Universitas Negeri Surabaya

Keywords:

Tanah Lempung, Abu Sekam Padi, Serat Ijuk, Stabilisasi Tanah, California Bearing Rasio (CBR)

Abstract

Tanah lempung umumnya memiliki sifat plastisitas tinggi dan daya dukung rendah sehingga kurang baik digunakan sebagai tanah dasar (subgrade) pada konstruksi bangunan. Oleh karena itu, diperlukan upaya stabilisasi untuk memperbaiki karakteristik tanah tersebut. Pada Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mempunyai kondisi tanah lempung yang memiliki sifat plastisitas tinggi dan daya dukung yang rendah sehingga diperlukan upaya stabilisasi untuk memperbaiki karakteristik tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi (ASP) dan serat ijuk terhadap sifat fisis, karakteristik pemadatan, serta nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah lempung. Variasi campuran yang digunakan yaitu tanah asli dengan  ASP 6, ASP 9%, ASP 12%, ASP 15% dan serat ijuk 5%. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan pengujian sifat fisis tanah meliputi kadar air, berat jenis, analisa saringan, dan batas Atterberg, serta pengujian mekanis berupa pemadatan standar Proctor dan CBR unsoaked. Berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah asli termasuk kelompok A-2-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ASP dan serat ijuk mampu meningkatkan nilai berat jenis tanah dari 2,619 menjadi 2,741 serta menurunkan indeks plastisitas dari 17,77% menjadi 10,69%. Pada pengujian Proctor, nilai berat volume kering maksimum (γd max) meningkat dari 1,440 gr/cm³ menjadi 1,595 gr/cm³. Nilai CBR unsoaked juga mengalami peningkatan dari 24,02% pada tanah asli menjadi 77,53% pada campuran ASP 15% + serat ijuk 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi dan serat ijuk efektif dalam meningkatkan kepadatan, kestabilan, dan daya dukung tanah lempung sehingga lebih layak digunakan sebagai lapisan tanah dasar pada konstruksi bangunan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1742:2008 Cara Uji Kepadatan Ringan Untuk Tanah. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1964:2008 Cara Uji Berat Jenis Tanah. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1965:2008 Cara Uji Kadar Air Tanah. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1966:2008 Cara Uji Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1967:2008 Cara Uji Batas Cair Tanah. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 3423:2008 Cara Uji Analisis Ukuran Butir Tanah. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI 1744:2012 Metode Pengujian CBR Laboratorium. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Bowles, J. E. (1997). Foundation Analysis and Design (5th ed.). New York: McGraw-Hill.

Das, B. M. (2019). Principles of Geotechnical Engineering (9th ed.). Boston: Cengage Learning.

Hardiyatmo, H. C. (2014). Mekanika Tanah I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hardiyatmo, H. C. (2017). Stabilisasi Tanah Untuk Perkerasan Jalan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hardiyatmo, H. C. (2020). Mekanika Tanah II. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pandian, N. S. (2004). Fly Ash Characterization With Reference to Geotechnical Applications. Journal of Indian Institute of Science, 84(6), 189–216.

Prabakar, J., Dendorkar, N., & Morchhale, R. K. (2004). Influence of Fly Ash on Strength Behaviour of Typical Soils. Construction and Building Materials, 18(4), 263–267.

Terzaghi, K., Peck, R. B., & Mesri, G. (1996). Soil Mechanics in Engineering Practice (3rd ed.). New York: John Wiley & Sons.

Verma, A., & Pande, A. M. (2013). Stabilization of Black Cotton Soil Using Rice Husk Ash. International Journal of Engineering Research and Technology, 2(11), 304–307.

Yadu, L., & Tripathi, R. K. (2013). Effects of Granulated Blast Furnace Slag in the Engineering Behaviour of Stabilized Soft Soil. Procedia Engineering, 51, 125–131.

Downloads

Published

2026-07-07

How to Cite

Ikcrom, M., & Triarso , A. (2026). STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DAN SERAT IJUK TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH (STUDI KASUS : DESA TAMBAKREJO, KECAMATAN WARU, KABUPATEN SIDOARJO, JAWA TIMUR) . Global Research and Innovation Journal, 2(2), 1542–1556. Retrieved from https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/1407

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.