PERANCANGAN INTERACTIVE STORY GAMES SEBAGAI REFLEKSI INNER CHILD TERLUKA BAGI REMAJA PEREMPUAN
Keywords:
Interactive Story Games, Inner Child, Remaja PerempuanAbstract
Inner child merupakan sebuah konsep yang menggambarkan sifat dan sikap kekanak-kanakan yang dimiliki oleh seorang individu. Remaja perempuan merupakan kelompok yang rentan mengalami tekanan emosional akibat pengalaman masa lalu dan lingkungan sosial. Pada tahap ini, pengalaman emosional masa kanak-kanak atau inner child yang belum terselesaikan dapat memengaruhi kondisi psikologis individu, seperti kesulitan mengelola emosi dan memiliki kepercayaan diri yang rendah. Namun, pemahaman mengenai konsep inner child masih terbatas dan sering dianggap sulit untuk dibahas secara langsung. Oleh karena itu, diperlukan media alternatif yang bersifat reflektif dan mudah diterima oleh remaja akhir. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah interactive story games sebagai media refleksi inner child terluka bagi remaja perempuan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan penciptaan berbasis design thinking yang meliputi tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui In-Depth Interview, yaitu wawancara secara mendalam. Data tersebut kemudian dituangkan menjadi sebuah rancangan interactive story games “Mindventure” yang mampu merepresentasikan pengalaman emosional masa kecil melalui alur cerita interaktif dan sistem pilihan bercabang.
Downloads
References
Bradshaw, J. (1990) Homecoming: Reclaiming and Healing Your Inner Child. New York: Bantam.
Jantz, G.L. (2015) ‘What is emotional abuse?’, Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/hope-relationships/201512/what-is-emotional-abuse
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (2024) Kemen PPPA rilis survei pengalaman hidup perempuan nasional (SPHPN) dan survei nasional pengalaman hidup anak dan remaja (SNPHAR) 2024. https://www.kemenpppa.go.id/page/view/NTQzMw==
Khusnul, A. and Wulan, N. (2023) ‘Pengalaman trauma masa kecil dan eksplorasi inner child pada mahasiswa keperawatan sekolah tinggi ilmu kesehatan Kuningan: studi fenomenologi’, Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 14(1), pp. 33–40. https://doi.org/10.34305/jikbh.v14i01.684.
LaBelle, K. (2024) ‘Meet your inner child’, Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/inner-child.
Nugroho, E. (2008). Teori warna. Andi Offset.
Pollack, J. (2019) ‘7 types of family conflict: why do families fight? (+examples)’, Pollack Peace Building. https://pollackpeacebuilding.com/blog/common-types-of-family-conflicts/.
Psychology Today (2019) ‘Emotional abuse’, Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/basics/emotional-abuse.
Rahma, S.A., Ikhsan, A.P.P. and Yemima, D. (2024) ‘Dampak pengabaian orang tua terhadap regulasi emosi anak’, Jurnal Psikologi, 1(4), p. 18. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2649.
Shidiqi, M.F. and Suprapti, V. (2013) ‘Pemaknaan bullying pada remaja penindas (the bully)’, Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 2(2), pp. 90–98.
Susanti, S. (2022) ‘Inner child: memahami dan mengatasi luka masa kecil’, MIMBAR: Jurnal Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani, 8(2), pp. 10–15. https://doi.org/10.47435/mimbar.v8i2.1239.
Whitfield, C.L. (1987) Discovery and Recovery for Adult Children of Dysfunctional Family. Florida: Health Communications, Inc.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adisty Octaviani, Rahmawati Rahmawati, Rizki Taufik Rakhman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










