FENOMENA CHILDFREE DALAM MASYARAKAT MUSLIM KONTEMPORER : TINJAUAN MAQASID AL SYARIAH PADA HIFZ AL NASL
Keywords:
Childfree, Maqashid asy-Syari’ah, Hukum Keluarga IslamAbstract
Fenomena childfree keputusan pasangan suami istri untuk tidak memiliki anak—menjadi realitas sosial yang semakin mengemuka dalam masyarakat modern, termasuk di kalangan Muslim. Pilihan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pertimbangan ekonomi, kesehatan, psikologis, serta perubahan nilai dan gaya hidup. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena childfree dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dengan menyoroti prinsip hifẓ al-nasl (perlindungan keturunan) sebagai salah satu tujuan utama syariat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka terhadap literatur fikih, maqāṣid al-syarī‘ah, serta studi sosial kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa hifẓ al-nasl tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban biologis untuk melahirkan keturunan, tetapi juga mencakup perlindungan kualitas generasi, kesejahteraan keluarga, dan kemaslahatan manusia secara luas. Dalam konteks tertentu, keputusan childfree dapat dipahami sebagai respons terhadap kondisi darurat atau pertimbangan maslahat, namun tidak dapat digeneralisasi sebagai pilihan ideal dalam Islam. Artikel ini menyimpulkan bahwa fenomena childfree perlu dikaji secara kontekstual dan proporsional, dengan tetap menempatkan maqāṣid al-syarī‘ah sebagai kerangka etis dalam merespons dinamika sosial modern.
Downloads
References
Sufi’y, Muslih, & Khotim, Implikasi Maqasid Syariah terhadap Pilihan Reproduksi: Studi tentang Childfree di Era Modern (attractivejournal.com,) hukum.studentjournal.ub.ac.id) vol. 1, no. 2, 2024
Al-Syathibi, al-Muwafaqat, jilid 1, hal 266
Irma Alfianti et al., Childfree dalam Perkawinan Menurut Perspektif Maqashid Syariah (hukum.studentjournal.ub.ac.id)
Hidayatullah, Yusuf & Mansur, Childfree dalam Pandangan Maqasid Syariah As-Syatibi (journal.usimar.ac.id) vol. 7, no. 1, 2024
Muhammad Kosim, fenomena singlehood, childfree, dan childness, 2023.
Susan Maushart, The Mask of Motherhood (New York: Penguin Books, 1999), 115.
Yessino, Salsabilla, et al., “Analisis Fenomena Childfree di Era Gen Z,” Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam, 2023.
Susan Newman, The Case for the Only Child (Health Communications Inc., 2011), 134.penghormatan tinggi terhadap hak
Mu’in, Fathul et al., “Childfree in Modern Muslim Communities,” El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 2023.
Yusuf al-Qaradawi, Fatawa Mu’āṣirah, Vol. 3 (Kairo: Dar al-Shuruq, 2005), 203.
Fatima Mernissi, The Forgotten Queens of Islam (University of Minnesota Press, 1993), 58.
Auda, Jasser. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law (London: International Institute of Islamic Thought, 2008), 17.
Al-Ghazali, al-Mustashfa fi Usul al-Fiqh, ed. Muhammad al-Khudari (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993), Juz I, 139.
Al-Syathibi, al-Muwafaqat fi Usul alShari’ah, ed. Muhammad Abdallah Darraz (Beirut: Dar al-Ma’rifah, 2003), Juz II, 8.
Ibn Qudamah, al-Mughni, Jilid IX (Kairo: Dar al-Hadis, 1996), 215.
Al-Qaradawi, Fatawa Mu’ashirah, Vol. 3 (Beirut: Dar al-Shuruq, 2005), 202–205.
Maisyaroh, Ika Siti et al., “Childfree dalam Perspektif Maslahah ‘Ammah,” Journal of Economics, Law, and Humanities, 2023.
Wahbah al-Zuhaili, Ushul al-Fiqh alIslami, Juz I (Damaskus: Dar al-Fikr, 1986), 125.
Ibn Taymiyyah, Majmu’ al-Fatawa, Jilid XXXII (Kairo: Maktabah Ibn Taimiyyah), 218.
Auda, Maqasid al-Shariah, 124
Jasser Auda, Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law, (London: IIIT, 2008), hlm. 55
Faisal Lutfi, “Hak Reproduksi dan Perspektif Maqashid Syariah,” Jurnal Hukum dan Islam, Vol. 13 No. 2 (2022): 201.
Yusuf al-Qaradawi, Fiqh Awlawiyyat, (Beirut: Dar al-Shuruq, 2000), hlm. 44–45.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syifa Azzahra, Zahrotul Maisyaroh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










