KONSEP PEMBANGUNAN BERDASARKAN EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN HIDUP PROBLEMATIK SAINS MODERN, PERKEMBANGAN SAINS SERTA REKONTRUKSI IPTEK BERBASIS AGAMA, SOSIAL, BUDAYA
Keywords:
Pembangunan berkelanjutan, IPTEK transformatif, Krisis lingkungan, Etika lingkungan,, Pembangunan berbasis ekosistemAbstract
Penelitian ini muncul dari perhatian yang sangat dalam terhadap kondisi pembangunan global yang semakin hari semakin mencapai titik kritis. Kami berpendapat bahwa dalam menghadapi krisis lingkungan hidup yang semakin parah, menerima konsep pembangunan yang didasarkan pada ekosistem dan keberlanjutan lingkungan bukan lagi pilihan kebijakan, melainkan keharusan mutlak untuk menjaga keberlanjutan kehidupan manusia. Di sisi lain, kemajuan sains modern tak dapat disangkal dalam mendorong kemudahan dan perkembangan teknologi. Namun, cara kerja sains yang sering bersifat reduksionis dan materialistik justru menjadi penyebab munculnya masalah baru. Pembangunan yang terlalu bergantung pada ilmu pengetahuan dan rasionalitas hanya menghasilkan cara eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran, memperlebar jurang ketimpangan sosial dan ekonomi, serta menyebabkan hilangnya nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual dalam proses pembangunan itu sendiri. Sains yang seharusnya menjadi alat kemanusiaan justru sering digunakan sebagai alasan untuk dominasi. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah perubahan mendasar melalui perbaikan menyeluruh terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Perbaikan ini menuntut IPTEK untuk keluar dari orientasi hanya ke arah material, sebaliknya harus diintegrasikan dengan nilai-nilai etika agama, kearifan sosial yang telah teruji, serta tradisi budaya lokal. Pendekatan ini memungkinkan pergeseran fokus IPTEK dari hanya mengejar pertumbuhan bahan (material growth) menjadi mengejar keseimbangan dan keadilan (holistic equity). IPTEK transformatif ini adalah alat penting yang secara aktif menjunjung adil dalam penyebaran keuntungan, memastikan lingkungan hidup yang seimbang dan berkelanjutan, serta memperkuat identitas, martabat, dan kekayaan budaya masyarakat di tengah kecenderungan pembangunan global yang serba sama. Dengan kata lain, IPTEK harus menjadi jembatan antara pemikiran rasional (ilmiah) dan rasa hati (etis dan spiritual). Sebagai kesimpulan, kami percaya bahwa pembangunan dengan dasar ekosistem, yang didasari oleh etika lingkungan dan selaras dengan aspek agama, sosial, dan budaya, adalah satu-satunya jalan yang menjanjikan. Ini adalah solusi menyeluruh untuk menjawab tantangan yang diangkat oleh perkembangan sains modern yang terlalu fokus pada satu aspek tertentu, sekaligus menjadi kunci utama menuju peradaban yang benar benar adil dan berkelanjutan.
Downloads
References
Cahyono, H. and Santosa, I., Pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup di Indonesia, Prenada Media, Jakarta, 2021.
Hidayat, A. and Munir, M., “Integrasi kearifan lokal dalam pembangunan berkelanjutan berbasis ekosistem”, Jurnal Ilmu Lingkungan, vol. 20, no. 3, pp. 145–157, 2022, https://doi.org/10.14710/jil.20.3.145157.
Nugroho, Y. and Puspitasari, D., “Rekonstruksi ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis agama dan budaya lokal”, Jurnal Filsafat dan Sains, vol. 33, no. 2, pp. 201– 219, 2023.
Pranoto, S. and Wibisono, R., “Problematika sains modern dalam perspektif etika lingkungan”, Jurnal Etika Sosial, vol. 15, no. 1, pp. 55–70, 2020.
Rahmawati, N. and Fadilah, R., “Teknologi hijau sebagai solusi pembangunan berkelanjutan”, Journal of Sustainable Science and Technology, vol. 5, no. 1, pp. 33–48, 2024.
Sugiharto, B., Filsafat ilmu: Kritik atas sains modern, Mizan, Bandung, 2021.
Susanto, A. and Nurhidayah, I., “Peran agama dan budaya dalam pengelolaan lingkungan hidup”, Jurnal Sosial Humaniora, vol. 14, no. 2, pp. 77–92, 2022.
World Bank, World development report 2020: Trading for development in the age of global value chains, World Bank, Washington, DC, 2020.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Agus Rustamana, Bloomy Dian Natasya Manik, Siti Nur Ajizah, Fitri Nuryani, Syifa Nabilatusyarifah, Nayla Fakhira, Jihan Kamalya Ramadhani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










