ANALISIS STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DALAM MENARIK MINAT CALON PENDAFTAR DI PONDOK PESANTREN MODERN AL-GHOZALI KECAMATAN GUNUNG SINDUR

Authors

  • Maulida Wahyu Amirah Universitas Darunnajah

Keywords:

Bauran pemasaran 7P, jasa Pendidikan, minat calon santri, pondok pesantren, SWOT

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan tren pendaftaran santri di Pondok Pesantren Modern Al-Ghozali, Kecamatan Gunung Sindur, tempat jumlah pendaftar santriwan meningkat dalam tiga tahun ajaran terakhir, sementara jumlah pendaftar santriwati justru menurun pada periode yang sama. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian strategi pemasaran jasa pendidikan yang diterapkan lembaga. Penelitian bertujuan menganalisis penerapan bauran pemasaran jasa pendidikan 7P (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence), mengidentifikasi strategi pemasaran yang paling menonjol, serta memetakan faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan perbedaan tren tersebut melalui analisis SWOT. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pimpinan pesantren, panitia penerimaan santri baru, pihak pengasuhan, santri, wali santri, alumni, dan santri yang tidak melanjutkan pendidikan, yang diperiksa keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh unsur bauran pemasaran telah diterapkan, tetapi dengan kontribusi yang berbeda: biaya pendidikan tidak menjadi pertimbangan utama wali santri, sedangkan fasilitas dan variasi kegiatan pada unit santriwati belum berkembang setara dengan unit santriwan. Komunikasi interpersonal (word of mouth) melalui alumni dan wali santri terbukti menjadi strategi pemasaran yang paling menonjol, sedangkan media promosi formal berfungsi memperluas jangkauan informasi. Analisis SWOT memperlihatkan bahwa kekuatan pesantren terletak pada program tahfiz, pembinaan karakter, prestasi santriwan, dan reputasi alumni; kelemahan terletak pada keterbatasan fasilitas dan pendampingan adaptasi santriwati; peluang berasal dari jaringan sosial alumni dan wali santri; sedangkan ancaman, menurut persepsi pihak pengasuhan santriwati, mencakup perkembangan era digital, preferensi terhadap sekolah formal negeri, kekhawatiran perundungan, dan penggunaan gawai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan fasilitas, variasi kegiatan, dan promosi khusus unit santriwati diperlukan untuk menyeimbangkan daya tarik pesantren bagi kedua unit santri.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan tren pendaftaran santri di Pondok Pesantren Modern Al-Ghozali, Kecamatan Gunung Sindur, tempat jumlah pendaftar santriwan meningkat dalam tiga tahun ajaran terakhir, sementara jumlah pendaftar santriwati justru menurun pada periode yang sama. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian strategi pemasaran jasa pendidikan yang diterapkan lembaga. Penelitian bertujuan menganalisis penerapan bauran pemasaran jasa pendidikan 7P (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence), mengidentifikasi strategi pemasaran yang paling menonjol, serta memetakan faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan perbedaan tren tersebut melalui analisis SWOT. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pimpinan pesantren, panitia penerimaan santri baru, pihak pengasuhan, santri, wali santri, alumni, dan santri yang tidak melanjutkan pendidikan, yang diperiksa keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh unsur bauran pemasaran telah diterapkan, tetapi dengan kontribusi yang berbeda: biaya pendidikan tidak menjadi pertimbangan utama wali santri, sedangkan fasilitas dan variasi kegiatan pada unit santriwati belum berkembang setara dengan unit santriwan. Komunikasi interpersonal (word of mouth) melalui alumni dan wali santri terbukti menjadi strategi pemasaran yang paling menonjol, sedangkan media promosi formal berfungsi memperluas jangkauan informasi. Analisis SWOT memperlihatkan bahwa kekuatan pesantren terletak pada program tahfiz, pembinaan karakter, prestasi santriwan, dan reputasi alumni; kelemahan terletak pada keterbatasan fasilitas dan pendampingan adaptasi santriwati; peluang berasal dari jaringan sosial alumni dan wali santri; sedangkan ancaman, menurut persepsi pihak pengasuhan santriwati, mencakup perkembangan era digital, preferensi terhadap sekolah formal negeri, kekhawatiran perundungan, dan penggunaan gawai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan fasilitas, variasi kegiatan, dan promosi khusus unit santriwati diperlukan untuk menyeimbangkan daya tarik pesantren bagi kedua unit santri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV Syakir Media Press.

Amiruddin, Ritonga, A. H., & Samsu. (2021). Manajemen pemasaran jasa lembaga pendidikan Islam. K Media.

Ardiansyah, dkk. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2).

Casta. (2024). Teknik analisis manajemen balanced scorecard, evaluasi Kirk Patrick, dan analisis SWOT. Deepublish Digital.

Chali, M. T., dkk. (2022). Learning how research design methods work: A review of Creswell's research design: Qualitative, quantitative and mixed methods approaches. The Qualitative Report, 27(12), 2957. https://nsuworks.nova.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=6074&context=tqr

El-Islamy, V. S., dkk. (2023). Manajemen program unggulan Pondok Pesantren Queen Al-Falah Kediri dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 6(12), 10167–10169.

Gunawan, I. (2013). Metode penelitian kualitatif: Teori dan praktik. PT Bumi Aksara.

Haetami, A., dkk. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pemilihan pendidikan di pondok pesantren. Research and Development Journal of Education, 11(1), 205. https://doi.org/10.30998/rdje.v11i1.27989

Halim, F., Kurniullah, A. Z., Butarbutar, M., dkk. (2021). Manajemen pemasaran jasa. Yayasan Kita Menulis.

Juhaidi, A. (2022). Pemasaran jasa pendidikan: Teori dan praktik. Aswaja Pressindo.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025). Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Pengembangan Pesantren Ramah Anak.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education Limited.

Manaf, S., Arief, H., Chirzin, M. H., Sukarta, M. R., Darojat, M. H., Ibrahim, M., Zahir, M., dkk. (2025). Manajemen pondok pesantren. Universitas Darunnajah Press.

Mokodenseho, S., dkk. (2024). Pendidikan Islam di pondok pesantren. Sulur Pustaka.

Moleong, L. J. (2017). Metode penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Nahar, S. (2023). Manajemen pemasaran pondok pesantren. PT Arr Rad Pratama.

Ngalimun, dkk. (2022). Internal dan eksternal dalam penerapan penilaian manajemen mutu di lembaga pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan dan Keguruan, 2(2), 145–156.

Putri, A. D., dkk. (2026). Konsep pemasaran pendidikan. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS), 5(1), 2608. https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.5772

Rofiki, dkk. (2023). Model pemasaran jasa pendidikan berbasis pesantren dalam membentuk citra baik madrasah. Jurnal GURUKU: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 1(2). https://ejournal.poltekkampar.ac.id/index.php/GURUKU/article/download/329/313/1108

Ruslan, M., dkk. (2024). Rasionalitas orang tua memilih pesantren tempat pendidikan agama pada anak. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(10), 11393–11394. http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id

Saldaña, J. (2025). The coding manual for qualitative researchers (5th ed.). SAGE Publications.

Sari, N., dkk. (2025). Manajemen strategis pendidikan: Teori dan praktik. PT Sada Kurnia Pustaka.

Soleh, M., dkk. (2023). Dinamika pemasaran jasa pendidikan di pondok pesantren. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(5), 477. https://doi.org/10.5281/zenodo.10432861

Sugiyanto, N. W. (2021). Strategi pemasaran sekolah berbasis pesantren. Jurnal Studi Islam, 13(1), 1–2.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, interpretatif, interaktif, dan konstruktif. CV Alfabeta.

Waruwu, M. (2024). Pendekatan penelitian kualitatif. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 5(1), 202.

Widodo, H., & Nurhayati, E. (2020). Manajemen pendidikan: Sekolah, madrasah, dan pesantren. PT Remaja Rosdakarya.

Wirtz, J., & Lovelock, C. H. (2016). Services marketing: People, technology, strategy. World Scientific Publishing.

Zulfah, Mumtahanah, & Husnussaadah. (2022). Analisis data kualitatif: Teori dan terapan. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Downloads

Published

2026-09-06

How to Cite

Wahyu Amirah, M. (2026). ANALISIS STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DALAM MENARIK MINAT CALON PENDAFTAR DI PONDOK PESANTREN MODERN AL-GHOZALI KECAMATAN GUNUNG SINDUR . Global Research and Innovation Journal, 2(3), 483–493. Retrieved from https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/1551

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.