KAJIAN KRIMINOLOGIS TERHADAP PELAKU KEJAHATAN PERANTARA JARINGAN NARKOTIKA LINTAS PROVINSI YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Di Kepolisian Daerah Lampung)

Authors

  • Sayyidati Nur Aulia Rahma Universitas Lampung
  • Tri Andrisman Universitas Lampung
  • Aisyah Muda Cemerlang Universitas Lampung

Keywords:

Kriminologis, Anak, Pelaku, Perantara, Narkotika

Abstract

Keterlibatan anak sebagai pelaku perantara dalam jaringan narkotika lintas provinsi merupakan permasalahan kriminologis dan hukum yang kompleks. Faktor internal seperti usia yang masih muda, kondisi emosional rentan, rendahnya pendidikan, dan tekanan psikologis turut mendorong anak untuk terjerumus dalam tindak pidana narkotika. Selain itu, faktor eksternal seperti kondisi ekonomi yang sulit, pengaruh lingkungan pergaulan negatif, dan lemahnya pengawasan sosial membuka peluang bagi jaringan narkotika untuk merekrut anak sebagai kurir. Kondisi ini menimbulkan tantangan serius bagi sistem peradilan pidana anak dalam memberikan perlakuan yang proporsional dan berkeadilan sesuai prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Penanganan kejahatan anak dalam konteks ini tidak hanya bergantung pada sistem hukum yang represif, tetapi juga memerlukan pendekatan multisektoral yang menggabungkan aspek penal dan non-penal. Hambatan penegakan hukum di antaranya adalah keterbatasan regulasi khusus untuk anak pelaku narkotika, kurangnya pelatihan dan koordinasi antara aparat penegak hukum, keterbatasan sarana dan fasilitas seperti kapasitas LPKA, serta rendahnya kesadaran dan dukungan masyarakat terhadap rehabilitasi anak. Selain itu, faktor budaya seperti stigma negatif dan norma kekeluargaan yang cenderung menutupi kasus anak berkonflik dengan hukum turut memperumit efektivitas penanggulangan.  

Downloads

Download data is not yet available.

References

Keterlibatan anak sebagai pelaku perantara dalam jaringan narkotika lintas provinsi merupakan permasalahan kriminologis dan hukum yang kompleks. Faktor internal seperti usia yang masih muda, kondisi emosional rentan, rendahnya pendidikan, dan tekanan psikologis turut mendorong anak untuk terjerumus dalam tindak pidana narkotika. Selain itu, faktor eksternal seperti kondisi ekonomi yang sulit, pengaruh lingkungan pergaulan negatif, dan lemahnya pengawasan sosial membuka peluang bagi jaringan narkotika untuk merekrut anak sebagai kurir. Kondisi ini menimbulkan tantangan serius bagi sistem peradilan pidana anak dalam memberikan perlakuan yang proporsional dan berkeadilan sesuai prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

Penanganan kejahatan anak dalam konteks ini tidak hanya bergantung pada sistem hukum yang represif, tetapi juga memerlukan pendekatan multisektoral yang menggabungkan aspek penal dan non-penal. Hambatan penegakan hukum di antaranya adalah keterbatasan regulasi khusus untuk anak pelaku narkotika, kurangnya pelatihan dan koordinasi antara aparat penegak hukum, keterbatasan sarana dan fasilitas seperti kapasitas LPKA, serta rendahnya kesadaran dan dukungan masyarakat terhadap rehabilitasi anak. Selain itu, faktor budaya seperti stigma negatif dan norma kekeluargaan yang cenderung menutupi kasus anak berkonflik dengan hukum turut memperumit efektivitas penanggulangan.

Downloads

Published

2025-08-13

How to Cite

Nur Aulia Rahma, S., Andrisman, T., & Muda Cemerlang, A. (2025). KAJIAN KRIMINOLOGIS TERHADAP PELAKU KEJAHATAN PERANTARA JARINGAN NARKOTIKA LINTAS PROVINSI YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Di Kepolisian Daerah Lampung). Global Research and Innovation Journal, 1(2), 2832–2844. Retrieved from https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/514

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.