ANALISIS KEGAGALAN FUNGSI PENGAWASAN PREVENTIF BPOM DALAM KASUS CEMARAN ETILEN GLIKOL PADA OBAT SIRUP ANAK
Keywords:
Pengawasan Preventif, BPOM, Etilen Glikol, Gagal Ginjal Akut, MaladministrasiAbstract
Kasus cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) pada obat sirup anak yang mengakibatkan ratusan anak mengalami Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada tahun 2022 menjadi cerminan nyata lemahnya fungsi pengawasan preventif pemerintah di sektor kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi fungsi pengawasan preventif Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam mencegah beredarnya obat sirup yang mengandung cemaran EG dan DEG, serta menelaah pola koordinasi antara BPOM dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam menangani kasus tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumen, mengacu pada teori pengawasan Sondang P. Siagian yang membedakan pengawasan preventif dan represif serta pengawasan langsung dan tidak langsung. Hasil kajian menunjukkan bahwa BPOM lebih dominan menjalankan fungsi represif dibandingkan preventif, terlihat dari belum adanya kewajiban pengujian cemaran EG dan DEG pada tahap registrasi obat sebelum kasus mencuat, serta lemahnya verifikasi terhadap rantai pasok bahan baku pelarut. Di sisi lain, Kemenkes juga turut disorot karena keterlambatan dalam menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dan lemahnya sistem data epidemiologi, sehingga respons pemerintah terhadap lonjakan kasus gagal ginjal akut pada anak menjadi lambat. Ombudsman Republik Indonesia bahkan menyimpulkan bahwa baik BPOM maupun Kemenkes telah melakukan maladministrasi dalam penanganan kasus ini. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi berbasis risiko, digitalisasi sistem penelusuran bahan baku, serta penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar fungsi pengawasan preventif dapat berjalan lebih efektif di masa mendatang.
Downloads
References
Badan Pengawas Obat dan Makanan (2022) Informasi Keempat Hasil Pengawasan BPOM Terhadap Sirup Obat yang Diduga Mengandung Cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG), 20 Oktober. https://kmei.pom.go.id/index.php/2022/10/20/informasi-keempat-hasil-pengawasan-bpom-terhadap-sirup-obat-yang-diduga-mengandung-cemaran-etilen-glikol-eg-dan-dietilen-glikol-deg/.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (2022) Penjelasan BPOM RI Nomor HM.01.1.2.11.22.179 tentang Informasi Kesembilan Perkembangan Hasil Pengawasan dan Penindakan Terkait Sirup Obat yang Mengandung Cemaran Etilen Glikol/Dietilen Glikol, 17 November. https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/penjelasan-bpom-ri-nomor-hm-01-1-2-11-22-179-tanggal-17-november-2022-tentang-informasi-kesembilan-perkembangan-hasil-pengawasan-dan-penindakan-terkait-sirup-obat-yang-mengandung-cemaran-etilen-glikol-dietilen-glikol.
adan Pengawas Obat dan Makanan (2025) Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 26 Tahun 2025 tentang Penilaian Risiko Bahan Baku Obat. Sebagaimana dikutip dalam: Registrasi Produk Indonesia (2025) 'Indonesia Perketat Keamanan Bahan Baku melalui Peraturan BPOM No. 26/2025'. https://productregistrationindonesia.com/id/indonesia-tightens-raw-material-safety-via-bpom-regulation-no-26-2025/.
Bahmid, B., Martua, J. dan Arbiah, A. (2020) 'Peranan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Dalam Memberikan Perlindungan Studi Di Kantor Cabang Badan Pengawas Obat Dan Makanan Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) Tanjungbalai', De Lega Lata: Jurnal Ilmu Hukum, 5(2), hlm. 183-192.
Fahreza, A.R. dan Kongres, E. (2023) 'Pengawasan Kementerian Kesehatan dan BPOM atas Peredaran Obat Sirup Anak yang Menyebabkan Gagal Ginjal Akut', Jurnal Hukum Magnum Opus, 6(2). https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/Magnumopus/article/view/8763
Farmasetika (2022) 'BPOM Rilis Metode Analisis Uji Cemaran Etilen Glikol dan Dietilen Glikol pada Sirup Obat', 25 Oktober. https://farmasetika.com/2022/10/25/bpom-rilis-metode-analisis-uji-cemaran-etilen-glikol-dan-dietilen-glikol-pada-sirup-obat/.
Gondokesumo, M. E., & Amir, N. (2021). Peran Pengawasan Pemerintah Dan Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Dalam Peredaran Obat Palsu di Negara Indonesia (Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 dan Peraturan Kepala Badan Pengurus Obat dan Makanan). Perspektif Hukum, 274-290.
Kemalasari, N.Y., Suandana, I.P.H. dan Suryawan, I.N.P. (2023) 'Efektivitas Pengawasan BPOM RI terhadap Peredaran Obat Demam, Flu dan Batuk yang Menyebabkan Kematian Akibat Gagal Ginjal Akut pada Anak', Jurnal Hukum Saraswati, 5(1), hlm. 312-316.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/1903/2023 tentang Penerapan Farmakope Indonesia Edisi VI dan Suplemen I Farmakope Indonesia Edisi VI. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kompas.com (2022) 'Komunitas Konsumen Indonesia Gugat BPOM ke PTUN, Persoalkan Penjelasan tentang Obat Sirup', 14 November. https://nasional.kompas.com/read/2022/11/14/13225771/komunitas-konsumen-indonesia-gugat-bpom-ke-ptun-persoalkan-penjelasan.
Liputan6.com (2022) 'BPOM Akui Tidak Ada Ketentuan Batas Cemaran EG dan DEG pada Farmakope Indonesia', 18 November. https://www.liputan6.com/news/read/5129422/bpom-akui-tidak-ada-ketentuan-batas-cemaran-eg-dan-deg-pada-farmakope-indonesia.
Liviandari, R., & Husni, P. (2023). Strategi Pencegahan dan Peningkatan Pengawasan BPOM Terkait Kasus Cemaran EG/DEG dalam Sirup Obat. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 1906-1911.
Moleong, L.J. (2017) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Monitor Indonesia (2025) 'Penyidikan Baru Kasus Gagal Ginjal Akut bak Ditelan Bumi, BPOM Lolos?', 1 Oktober. https://monitorindonesia.com/monitor-hukum/read/2025/10/614724/penyidikan-baru-kasus-gagal-ginjal-akut-bak-ditelan-bumi-bpom-lolos.
Prabawati, A. I., & Reykasari, Y. (2025). Tanggung Jawab Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam Pelaksanaan Pengawasan “Minyak Kita” Sebelum Beredar dan Selama Beredar. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(1).
Putu, N.Y.K. (2023) 'Pertanggungjawaban BPOM terhadap Peredaran Obat Sirup yang Menyebabkan Kematian pada Anak Akibat Gagal Ginjal Akut', Jurnal Aktual Justice, 6(4). https://ojs.unr.ac.id/index.php/aktualjustice/article/view/1009.
Samad, dkk. (2022) 'Pelibatan Badan Intelijen Negara dalam Penanganan Kasus Gagal Ginjal Akut di Indonesia', Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 12(3). https://jurnal.idu.ac.id/index.php/JPBH/article/view/1922.
Siagian, S.P. (2005) Filsafat Administrasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiyono (2019) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Chantika Lestari, Aulia Nabila, Thania Emiliana, Keysha Jasmine Kamila, Ivan Darmawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










