ANALISIS HAK WARIS AHLI WARIS BEDA AGAMA MELALUI WASIAT WAJIBAH MENGACU PADA PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 473/PDT.P/2010/PA.SBY

Authors

  • Rayi Kharisma Rajib Universitas Negeri Semarang
  • Andika Dwi Wahyu Putra Universitas Negeri Semarang
  • Rifa Dwi Arini Universitas Negeri Semarang

Keywords:

Waris Beda Agama, Wasiat wajibah, KUHPerdata, hukum Islam, Mahkamah Agung

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukum mengenai hak waris bagi ahli waris beda agama dalam perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) dan hukum Islam, serta mengkaji penerapan wasiat wajibah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 473/Pdt.P/2010/PA.Sby. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa Al-Qur’an, Kompilasi Hukum Islam (KHI), KUHPerdata, serta putusan Mahkamah Agung, dan bahan hukum sekunder berupa jurnal ilmiah terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHPerdata tidak menjadikan perbedaan agama sebagai penghalang kewarisan, melainkan mendasarkan hak waris pada hubungan darah dan perkawinan yang sah. Sebaliknya, hukum Islam secara normatif mengklasifikasikan perbedaan agama sebagai penghalang kewarisan (mani‘ al-irth). Namun, dalam praktik peradilan di Indonesia, Mahkamah Agung melalui putusannya mengembangkan pendekatan progresif dengan memberikan hak kepada ahli waris non-Muslim melalui mekanisme wasiat wajibah. Putusan Nomor 473/Pdt.P/2010/PA.Sby menunjukkan adanya penemuan hukum (rechtsvinding) oleh hakim untuk menjembatani ketegangan antara norma hukum Islam yang bersifat tekstual dan kebutuhan keadilan dalam masyarakat plural. Dengan demikian, wasiat wajibah berfungsi sebagai instrumen alternatif dalam menghadirkan keadilan substantif tanpa mengubah prinsip dasar hukum waris Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan hukum kewarisan di Indonesia menunjukkan pergeseran dari pendekatan normatif menuju pendekatan kontekstual yang lebih responsif terhadap dinamika sosial masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhsanty, A. S. (2025). The concept of wasiat and wasiat wajibah in Indonesia. Journal of Private and Commercial Law, 2(1), 72-94

Al-Qur’an, Q.S. Al-Baqarah: 180.

Anshori, A. G. (2018). Hak waris beda agama dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 52(1), 56-57.

Azhari, M., & Dasopang, N. S. (2026). Beda agama bukan penghalang dalam kewarisan menurut hukum perdata. Custodia: Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry, 1(3), 226–234. https://scriptaintelektual.com/custodia

Aziz, A. F., & Anam, W. (2023). Metodologi pemahaman hadis perspektif Yusuf Qaradhawi. Jurnal Hukum dan Masyarakat, 8(1), hlm. 70-71.

Fadhilah, N. (2021). Pembaruan hukum waris Islam: Wasiat wajibah dan relevansinya di Indonesia. Al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum, 3(1), 55–56.

Fatmah, F., Putra, M. Y., Juhriati, J., & Hikmah, H. (2024). Waris beda agama (kajian komparatif hukum Islam dan hukum positif). Nalar: Jurnal of Law and Sharia, 2(1), 37- 38.

Filayati, M. A., & Mariani. (2026). Konsep wasiat wajibah dalam hukum Islam dan penerapannya di Indonesia (studi pustaka). Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 4(1), 1025 -1026.

Firdaus, M., & Zaky, A. (2023). Pilihan hukum dalam sengketa waris pada masyarakat multikultural di Indonesia. Jurnal Yuridis, 10(1), 77–92.

Harahap, N. S., & Dasopang, N. (2025). Hak waris beda agama perspektif maqashid syari’ah. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, 3(2), 52–207.

Hazmi, R. M., Adhha, N., & Analisa, L. (2022). Wasiat wajibah bagi ahli waris beda agama dalam perspektif hukum Islam. Jurnal Meta-Yuridis, 5(1), 36–50.

Khoir, M. (2022). Analisis penghalang kewarisan dalam perspektif KUHPerdata dan hukum Islam. Jurnal Rechtsvinding, 11(3), 389–404.

Maisyafira, Z. (2025). Hak waris beda agama: Analisis keputusan Mahkamah Agung dan Kompilasi Hukum Islam (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Kerinci), 47- 48.

Maizal, A. Z., Eva, Y., & Marwan, S. (2022). Kewarisan beda agama dalam putusan-putusan hakim di Indonesia. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 20(2), 147.

Maizal, R., et al. (2022). Pertimbangan hakim dalam perkara waris beda agama di peradilan umum. Jurnal Supremasi Hukum, 18(2), 201–218.

Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum (Edisi revisi). Jakarta: Kencana, hlm. 55–60.

Muntasir, M., & Mukhlas, O. S. (2024). Wasiat dalam perkembangan hukum Islam kontemporer di Indonesia. AL-AFKAR: Journal for Islamic Studies, 7(1), 864.

Muthmainnah, I. S., Ardiansyah, A., & Zahara, F. (2023). Tinjauan hukum Islam terhadap pembagian warisan terhadap ahli waris beda agama. Jurnal USM Law Review, 6(2), 658–672. https://doi.org/10.26623/julr.v6i2.6874

Mutmainnah, I. (2020). Wasiat wajibah dan ahli waris beda agama. Parepare: IAIN Parepare Press.

Pemberian Nafkah Anak Dalam Putusan Hakim Pada Pengadilan Agama Solok. Jurnal Ekasakti Legal Sains, 2(4), 366-367.

Pengadilan Agama Jayapura. (2021). Wasiat wajibah: Definisi dan ketentuannya dalam perundang-undangan di negara-negara Islam. Diakses 4 Mei 2026, dari https://www.pa-jayapura.go.id/en/artikel-pa/441-wasiat-wajibah-definisi-dan-ketentuannya-dalam-perundangundangan-di-negara-negara-islam.

Pengadilan Agama Surabaya. (2010). Putusan Nomor 473/Pdt.P/2010/PA.Sby

Presiden Republik Indonesia. (1991). Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam, Pasal 194–209.

Rahmadani, D. (2022). Hak waris bagi ahli waris beda agama dalam perspektif hukum perdata Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 29(3), 512–528. https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss3.art5

Rahmadani, D. (2022). Pluralisme hukum kewarisan di Indonesia dan implikasinya terhadap ahli waris beda agama. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 29(2), 245–260.

Rahmadi, I., & et al. (2025). Disparitas Penggunaan Kewenangan Ex Officio Hakim Terhadap

Saldi, I., & Fitri, N. (2023). Prinsip kesetaraan dalam hukum waris perdata dan relevansinya dengan HAM. Jurnal Konstitusi, 20(1), 115–130.

Setiawan, E. (2017). Penerapan wasiat wajibah menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI). Muslim Heritage, 1(2), 45.

Setyawan, R. (2023). Pengembangan konsep wasiat wajibah di Mahkamah Agung dan implikasinya terhadap pembaruan hukum di Indonesia. Journal of Indonesian Law, 4(1), 92–114.

Shela Zulfa Syifaurrohmah, Teori Hukum Era Robert Nonet dan Philip Selznick Serta Relevansinya Terhadap Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia, Desentralisasi: Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan, Vol. 2 No. 4, 2025, hlm. 168–177.

Sofyan, & Nilman. (2023). Kajian hukum kewarisan Islam dalam perspektif normatif. Sahaja: Journal Sharia and Humanities.

Suparidho, F., & Muhammad, A. S. (2025). Wasiat wajibah sebagai jembatan keadilan bagi ahli waris non-Muslim di Indonesia. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(12), 8677–8678. https://doi.org/10.56338/jks.v8i12.9719

Wahyudi, M. I. (2015). Penegakan keadilan dalam kewarisan beda agama. Jurnal Yudisial, 8(3), 1. 271-272.

Downloads

Published

2026-05-13

How to Cite

Kharisma Rajib, R., Dwi Wahyu Putra, A., & Dwi Arini, R. (2026). ANALISIS HAK WARIS AHLI WARIS BEDA AGAMA MELALUI WASIAT WAJIBAH MENGACU PADA PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 473/PDT.P/2010/PA.SBY. Global Research and Innovation Journal, 2(2), 561–575. Retrieved from https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/1254

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >> 

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.