HAK BENEFICIARE: TANGGUNG JAWAB AHLI WARIS ATAS UTANG PEWARIS

Authors

  • Rayi Kharisma Rajib Universitas Negeri Semarang
  • Aditya Suryo Nugroho Universitas Negeri Semarang
  • Rahma Zaskia Fatma Universitas Negeri Semarang

Keywords:

Kewarisan Perdata, Hak Beneficiare, Utang Pewaris, Pemisahan Harta

Abstract

Artikel ini mengkaji secara yuridis normatif mengenai kedudukan dan implementasi Hak Beneficiare dalam sistem hukum kewarisan perdata di Indonesia berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Peralihan hak dan kewajiban akibat kematian sering kali menempatkan ahli waris pada risiko menanggung beban utang pewaris yang melampaui nilai harta peninggalan (hereditas damnosa). Untuk mencegah percampuran harta pribadi dan warisan (confusio bonorum), KUHPerdata memfasilitasi pelindungan melalui opsi Hak Beneficiare, yang membatasi tanggung jawab pelunasan utang ahli waris hanya sebatas nilai boedel waris. Melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini menemukan bahwa Hak Beneficiare secara efektif menciptakan entitas pemisahan harta dan menempatkan status ahli waris sekadar sebagai pengelola harta peninggalan (vereffenaar). Kendati secara normatif menjamin pelindungan individual ahli waris dan keadilan prosedural bagi kreditur, pelaksanaannya di lapangan masih menemui berbagai problematika. Hambatan utama mencakup rendahnya literasi hukum masyarakat, rumitnya prosedur administratif di pengadilan, serta dominasi kreditur separatis (lembaga perbankan) yang kerap menyiasati batasan hukum ini melalui kontrak novasi subyektif pasif. Praktik ini berakibat pada hilangnya pelindungan tanggung jawab terbatas (limited liability) secara serta-merta. Penelitian ini menegaskan urgensi penyederhanaan prosedur permohonan hak istimewa tersebut serta perlunya pengawasan ketat terhadap praktik perbankan demi mewujudkan kepastian hukum.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmad, A.S. (2022) “Penolakan Waris Akibat Gugatan Hutang Piutang Pihak Ketiga Ditinjau dari Burgerlijk Wetboek,” Yustisia Merdeka: Jurnal Ilmiah Hukum, 8(1), pp. 1–10. Available at: https://doi.org/10.33319/yume.v8i1.97.

Aleaputra, R.F. and Wiraguna, S.A. (2024) “KUH Perdata dan Sengketa Kewarisan: Analisis Yuridis Normatif atas Perlindungan Hak Pewaris di Indonesia,” Jurnal Hukum dan Peradilan, 13(2), pp. 210–230. Available at: https://doi.org/10.25216/jhp.13.2.2024.210-230.

Aleaputra, R F and Wiraguna, S.A. (2025) “KUH Perdata dan Sengketa Kewarisan: Analisis Yuridis Normatif atas Perlindungan Hak Pewaris di Indonesia,” Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(6), pp. 1–10. Available at: https://doi.org/10.61722/jmia.v2i6.6922.

Aleaputra, Rama Fachreza and Wiraguna, S.A. (2025) “KUH Perdata dan Sengketa Kewarisan: Analisis Yuridis Normatif atas Perlindungan Hak Pewaris di Indonesia,” Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(6), pp. 1–10. Available at: https://doi.org/10.61722/jmia.v2i6.6922.

Anton, A. et al. (2025) “Hukum Waris Nasional Perbandingan antara Kewarisan Islam, Burgerlijk Wetboek, dan Hukum Waris Adat,” Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research, 2(1), pp. 40–55. Available at: https://doi.org/10.32672/mister.v2i1b.2960.

Dalimunthe, D. (2017) “Penerimaan Warisan Harta Secara Benifisier Perspektif Hukum Perdata,” El-Qanuniy: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial, 3(2), pp. 1–17.

Dewi, A.S., Fitriana, D. and Elvira (2024) “Penerapan Hukum Waris Perdata di Indonesia,” The Juris: Jurnal Ilmu Hukum, 8(1), pp. 105–112. Available at: https://doi.org/10.56301/juris.v8i1.1242.

Dhea, N. and dkk. (2024) “Tanggung Jawab Ahli Waris yang Menolak Waris terhadap Kegagalan Pelunasan Kredit Pewaris Menurut Hukum Islam dan Hukum Perdata,” Lex Lata: Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum, 6(2), pp. 1–12. Available at: https://doi.org/10.28946/lexl.v6i2.3155.

Holik, A. (2024) “Pelimpahan Hutang Terhadap Ahli Waris (Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam),” Jurnal Qarnain, 2(1), pp. 1–15.

Hutabarat, A.G., Sunarmi, S. and Robert, R. (2025) “Perlindungan Kreditur Separatis terhadap Jangka Waktu Eksekusi Objek Hak Tanggungan dalam Proses Insolvensi,” Binamulia Hukum, 14(1), pp. 173–186. Available at: https://doi.org/10.37893/jbh.v14i1.1007.

Isnina (2021) “Tanggung Jawab Ahli Waris terhadap Utang Pewaris Menurut Hukum Islam,” Seminar Nasional Teknologi Edukasi Sosial dan Humaniora (SINTESA), 1(1), pp. 828–832. Available at: https://doi.org/10.53695/sintesa.v1i1.415.

Kurnia, I., Fernandha, R.D. and Goldwen, F. (2023) “Kewarisan dalam Hukum Nasional,” Jurnal Serina Abdimas, 1(4), pp. 110–120. Available at: https://doi.org/10.24912/jsa.v1i4.28312.

Lestari, D.P. (2021) “Analisis Yuridis Penerimaan Warisan Secara Beneficiair dalam KUHPerdata,” Jurnal Rechtsidee, 8(1), pp. 80–95. Available at: https://doi.org/10.21070/jihr.v8i1.1489.

Maiyoril, C., Harianto, W. and Rizana (2024) “Tinjauan Yuridis Tanggung Jawab Ahli Waris Menurut Kompilasi Hukum Islam dan Kitab Hukum Perdata terhadap Warisan dalam Bentuk Utang di Indonesia,” Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM), 4(1), pp. 1–12. Available at: https://doi.org/10.31849/jurkim.v4i1.19026.

Meliala, D.S. (2018) Hukum Waris Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Bandung: Nuansa Aulia.

Muis, I.F., Ikhwansyah, I. and Handayani, T. (2022) “Kedudukan Kreditur Separatis Terkait Jaminan Hak Tanggungan yang Masuk Dalam Boedel Pailit Debitur,” Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, 3(2), pp. 277–288. Available at: https://doi.org/10.23920/jphp.v3i2.784.

Nadriana, L. and Judiasih, S.D. (2017) “Perlindungan Hukum terhadap Harta Ahli Waris dari Pewaris Penjamin Akta Personal Guarantee di Perusahaan Pailit,” Jurnal Bina Mulia Hukum, 2(1), pp. 93–105. Available at: https://doi.org/10.23920/jbmh.v2i1.99.

Nadriana, L. and Suparman, E. (2017) “Tanggung Jawab Ahli Waris dari Penjamin pada Perusahaan yang Pailit Ditinjau dari Hukum Waris Islam,” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 24(3), pp. 393–411. Available at: https://doi.org/10.20885/iustum.vol24.iss3.art3.

Nur, W. (2023) “Hak Waris Anak Hasil Surogasi dalam Dualisme Hukum Indonesia,” Al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum, 6(1), pp. 1–12.

Nur, W. (2025) “Hak Waris Anak Hasil Surogasi dalam Dualisme Hukum Indonesia,” Jurnal Legal Review, 7(1), p. 22. Available at: https://doi.org/10.15294/jlr.v7i1.61234.

Nurhaliza, N., Hamdani and Basri, H. (2024) “Penyelesaian Sengketa Akibat Ketidakmampuan Ahli Waris dalam Membayar Utang Pewaris Karena Melebihi Harta Warisan Menurut Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Kecamatan Kutablang Kabupaten Bireuen),” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 7(4), pp. 1–12. Available at: https://doi.org/10.29103/jimfh.v7i4.18810.

Nurhasanah and dkk. (2025) “Analisis Yuridis Batas Tanggung Jawab Ahli Waris dalam Proses Kepailitan dan PKPU: Studi Kasus Kepailitan Ahli Waris PT Krama Yudha,” Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(2), pp. 1–14. Available at: https://doi.org/10.51574/jim.v4i2.929.

Palayukan, Y. (2021) “Tanggung Jawab Ahli Waris Terhadap Harta Warisan Pewaris Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata,” Lex Privatum, 9(4), pp. 80–88.

Parenanda, J.T. (2023) “Penolakan Menjadi Ahli Waris dalam Perspektif Hukum Islam dan KUHPerdata,” Varia Hukum: Jurnal Forum Studi Hukum dan Kemasyarakatan, 5(1), pp. 35–51. Available at: https://doi.org/10.15575/vh.v5i1.26558.

Prayitno, B, Septiandani, D. and Triasih, D. (2025) “Akibat Hukum Ahli Waris yang Menolak Menanggung Hutang Pewaris yang Melebihi Harta Warisan,” Semarang Law Review, 6(1), pp. 15–25.

Prayitno, Bagus, Septiandani, D. and Triasih, D. (2025) “Akibat Hukum Ahli Waris yang Menolak Menanggung Hutang Pewaris yang Melebihi Harta Warisan: Kajian Hukum Perdata dan Hukum Islam,” Semarang Law Review (SLR), 6(1), pp. 184–197. Available at: https://doi.org/10.26623/slr.v6i1.11902.

Purba, R.S., Purba, H. and Sembiring, R. (2024) “Peralihan Hak Kepemilikan Harta Warisan Melalui Perbuatan Melawan Hukum dalam Sistem Kewarisan,” Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(6), pp. 45–60. Available at: https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i6.1634.

Putra, R.A. (2022) “Pertanggungjawaban Ahli Waris terhadap Utang Pewaris dalam Perspektif KUHPerdata,” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 29(1), pp. 130–150. Available at: https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss1.art8.

Rahmatillah, N.A. (2024) “Pluralitas Hukum Kewarisan di Indonesia Sebuah Tinjauan Normatif,” Jurnal Mitsaqan Ghalizan, 4(2), pp. 80–95. Available at: https://doi.org/10.33084/mg.v4i2.9043.

Rahmatun, D.R. and Sahruddin (2024a) “Hak Menolak Menjadi Ahli Waris,” Semarang Law Review, 6(1), pp. 40–46. Available at: https://doi.org/10.15294/slr.v6i1.56789.

Rahmatun, D.R. and Sahruddin (2024b) “Hak Menolak Menjadi Ahli Waris Studi Menurut KUHPerdata dan Kompilasi Hukum Islam,” Private Law, 5(2), pp. 1–10. Available at: https://doi.org/10.29303/prlw.v5i2.5290.

Rahmawati, S. (2023) “Kedudukan Ahli Waris dalam Penyelesaian Utang Pewaris Berdasarkan KUHPerdata,” Jurnal Justitia, pp. 120–140. Available at: https://doi.org/10.14710/justitia.2023.13456.

Saesel, A.M.M. (2023) “Pertanggungjawaban atas Pemenuhan Pembayaran Hutang oleh Ahli Waris,” Jurnal Private Law, 4(2), pp. 105–112.

Santoso, B. (2021) “Asas Keadilan dalam Pembagian Warisan Menurut KUHPerdata,” Jurnal Hukum & Pembangunan, 51(2), pp. 290–310. Available at: https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no2.301.

Saputra, A. (2024) “Risiko Kreditur dalam Penerimaan Warisan Secara Beneficiair,” Jurnal Yuridika, 39(1), pp. 60–85. Available at: https://doi.org/10.20473/ydk.v39i1.45678.

Satrio, J. (1992) Hukum Waris. Bandung: Alumni.

Senoaji, A., Marniati, F.S. and Widyanti, A.N. (2023) “Perlindungan Hukum Bagi Ahli Waris sebagai Penjual dalam Jual Beli Hak atas Tanah Terkait Tanah Warisan,” Jurnal Private Law, 11(1), pp. 80–84. Available at: https://doi.org/10.20961/uibel.v11i1.72134.

Senoaji, A., Marniati, F.S. and Widyanti, A.N. (2025) “Perlindungan Hukum Bagi Ahli Waris sebagai Penjual dalam Jual Beli Hak atas Tanah Terkait Tanah Warisan,” J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(6), pp. 1–12. Available at: https://doi.org/10.56799/jceki.v4i6.11598.

Setiawan, M.R. and dkk. (2021) “Perlindungan Hukum Kreditur dalam Warisan atas Harta Peninggalan Tak Terurus Menurut Sistem Waris Barat,” Jurnal Komunikasi Hukum, 7(1), pp. 1–12. Available at: https://doi.org/10.23887/jkh.v7i1.30742.

Subekti, R. (2003) Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa.

Syuhada, S. (2021) “Pelimpahan Hutang terhadap Ahli Waris Menurut Pasal 833 Ayat (1) KUHPerdata: Analisis Perspektif Hukum Islam,” Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah, 2(2), pp. 183–204. Available at: https://doi.org/10.52431/minhaj.v2i2.445.

Tulung, R.P.W. (2025) “Kajian Hukum Tanggung Jawab Ahli Waris Terhadap Utang Kredit,” Lex Privatum, 13(2), pp. 60–67.

Wijaya, H. (2020) “Perlindungan Kreditur dalam Pembagian Warisan Menurut KUHPerdata,” Jurnal Arena Hukum, 13(2), pp. 200–220. Available at: https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2020.01302.6.

Downloads

Published

2026-04-29

How to Cite

Kharisma Rajib, R., Suryo Nugroho, A., & Zaskia Fatma, R. (2026). HAK BENEFICIARE: TANGGUNG JAWAB AHLI WARIS ATAS UTANG PEWARIS. Global Research and Innovation Journal, 2(1), 1898–1892. Retrieved from https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/1187

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.