Kajian Historis Perkembangan Ilmu Maqāṣid Al-Syarī‘ah

Authors

  • M. HUSAINI Institut agama islam bani fattah
  • Abdul Manab Institut Agama Islam Bani Fattah

Keywords:

Maqāshid al-Syarī‘ah, Hukum Islam

Abstract

Kajian maqāṣid al-syarī'ah memiliki posisi strategi dalam menjawab stagnasi keilmuan Islam pasca keruntuhan Kesultanan Utsmaniyah hingga era modern. Artikel ini mengulas perjalanan sejarah maqāṣid al-syarī'ah sejak masa Nabi dan sahabat, hingga kodifikasi, kejayaan, stagnasi, dan kebangkitannya kembali pada periode klasik maupun kontemporer. Pada fase awal, isyarat maqāṣid tampak dalam kebijakan sahabat, seperti kodifikasi mushaf dan ijtihad 'Umar ibn Khaṭṭāb yang mendahulukan kemaslahatan umat. Fase kodifikasi ilmu pada abad II melahirkan metodologi baru, sementara abad III–VH menjadi masa keemasan dengan munculnya tokoh-tokoh seperti al-Tirmiẓī, al-Shāshī, dan al-Āmirī. Namun, setelah abad VH, kajian maqāṣid mengalami stagnasi hingga kebangkitan kembali melalui Ibnu 'Abd al-Salām, al-Qarāfī, dan puncaknya Abū Isḥāq al-Shāṭibī yang menempatkan maqāṣid sebagai landasan usul fikih. Pemikiran ini sempat vakum kembali hingga abad ke-20, lalu dihidupkan kembali oleh tokoh-tokoh modern seperti Muḥammad Ṭāhir Ibnu 'Āshūr yang menegaskan maqāṣid sebagai disiplin ilmu independen. Hasil kajian menunjukkan bahwa maqāṣid al-syarī'ah merupakan konsep dinamis yang terus berkembang sesuai kebutuhan zaman, serta tetap relevan sebagai paradigma hukum Islam dalam menanggapi tantangan modernitas.

Kata kunci Maqāṣid al-syarī'ah, sejarah hukum Islam, ijtihad, stagnasi, kebangkita

Kajian maqāṣid al-sharī'ah memegang posisi strategis dalam mengatasi stagnasi ilmu keislaman setelah jatuhnya Kesultanan Utsmani hingga era modern. Artikel ini mengkaji perjalanan sejarah maqāṣid al-sharī'ah sejak zaman Nabi dan para sahabatnya, melalui kodifikasi, masa keemasan, stagnasi, dan kebangkitannya baik pada periode klasik maupun kontemporer. Pada fase awal, indikasi maqāṣid muncul dalam kebijakan para sahabat, seperti kodifikasi mushaf Al-Qur'an dan ijtihad Umar bin al-Khaṭṭāb, yang memprioritaskan kesejahteraan umat. Fase kodifikasi ilmu-ilmu Islam pada abad ke-2 Hijriah melahirkan metodologi-metodologi baru, sementara abad ke-3–5 Hijriah menandai zaman keemasan dengan munculnya para ulama seperti al-Tirmidzi, al-Syashi, dan al-Amiri. Namun, setelah abad ke-5 Hijriah, studi maqid mengalami stagnasi hingga kebangkitannya kembali melalui Ibnu 'Abd al-Salam, al-Qarafi, dan puncaknya pada Abū Isḥāq al-Syabibi, yang menempatkan maqid sebagai dasar uṣūl al-fiqh. Tradisi intelektual ini memasuki periode stagnasi lain hingga abad ke-20, ketika dihidupkan kembali oleh para sarjana modern seperti Muḥammad Ṭāhir Ibn 'Āshūr, yang menegaskan maqāṣid sebagai disiplin ilmu yang independen. Temuan studi ini menunjukkan bahwa maqāṣid al-sharī'ah adalah konsep dinamis yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan setiap era, dan tetap relevan sebagai paradigma hukum Islam dalam menanggapi tantangan modernitas.

Kata kunci: Maqāṣid al-sharī'ah, sejarah hukum Islam, ijtihad, stagnasi, kebangkitan

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad Amīn. Ḍuhā al-Islām. Al-Qāhirah: al-Hay`ah al-Miṣriyyah al-‘Āmmah, 1998.

al-Ghazālī, Abū Ḥāmid Muḥammad. Al-Mustaṣfā min ʿIlm al-Uṣūl. Beirut: al-Maktaba alʿAshriyah, 2015.

Ali, Nur. “Konsep Imam Al-Juwaini dalam Maqashid Al-Syari’ah.” Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam, 2019, 1–14. https://doi.org/10.56593/khuluqiyya.v1i2.36.

al-Raysūnī, Aḥmad. Muḥāḍarāt fī Maqāṣid al-Sharīʿah. Cet. I. Al-Qāhirah: Dār al-Salām, 2009.

al-Syāṭibī, Abū Isḥāq. Al-Muwāfaqāt. Edited by ʿAbdullāh al-Darrāz. Al-Qāhirah: al-Hayʾah al-ʿĀmmah al-Miṣriyyah, 2006.

Ibn ʿĀshūr, Muḥammad Ṭāhir. Maqāṣid al-Syarīʿah al-Islāmiyyah. Kairo: Dār al-ʿIlm, n.d.

Khatib, Suansar. “Konsep Maqashid Al-Syariah: Perbandingan Antara Pemikiran Al-Ghazali dan Al-Syatibi.” 5, no. 1 (2018): 47–62.

Nailur Rahmi. “Sejarah dan Perkembangan Maqashid Syariah Serta Karya Ulama Tentangnya Sebelum Imam Syatibi.” Jurnal al-Aḥkām 14, no. 1 (2023): 54–69. https://doi.org/10.15548/alahkam.v14i1.6143.

Nispan Rahmi. “Maqasid Al Syari’ah: Melacak Gagasan Awal.” Syariah Jurnal Hukum dan Pemikiran 17, no. 2 (2018): 160. https://doi.org/10.18592/sy.v17i2.1970.

Paryadi. “Maqashid Syariah: Definisi dan Pendapat Para Ulama.” Cross-border 4, no. 2 (2021): 201–16.

Ubaedy, Hammady El. Al-Syathiby wa Maqashid al-Syariah. Beirut: Dār al-Qataiba, 1

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

HUSAINI, M., & Manab, A. (2026). Kajian Historis Perkembangan Ilmu Maqāṣid Al-Syarī‘ah. Global Research and Innovation Journal, 2(1), 834–840. Retrieved from https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/1040

Similar Articles

<< < 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.