PENGARUH EMOTIONAL INTELLIGENCE TERHADAP CRIMINAL THINKING PADA ANAK BINAAN DI LPKA KELAS II MAROS
Keywords:
anak binaan pemasyarakatan, pemikiran kriminal, kecerdasan emosionalAbstract
Kriminalitas di Sulawesi Selatan menduduki peringkat pertama di pulau Sulawesi. Pelaku kriminalitas bukan hanya dari kalangan individu dewasa, namun juga pada remaja. LPKA Kelas II Maros merupakan tempat menjalani masa pidana bagi anak binaan pemasyarakatan di Sulawesi Selatan. Tindakan kriminal ini didahului dengan proses berpikir kriminal pada individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap pemikiran kriminal pada anak binaan pemasyarakatan di LPKA Kelas II Maros. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional dengan mengadaptasi dua alat ukur psikologi. Penelitian ini mengadaptasi skala WLEIS untuk mengukur kecerdasan emosional dan skala TCU CTS versi 3.0 untuk mengukur pemikiran kriminal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dengan sampel berjumlah 61 orang yang merupakan anak binaan pemasyarakatan di LPKA Kelas II Maros. Data penelitian yang telah dikumpulkan akan melalui analisis inferensial berupa uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Uji asumsi klasik yakni uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji linearitas serta uji hipotesis yakni uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menemukan adanya pengaruh sebesar 0.14% pada kecerdasan emosional terhadap pemikiran kriminal anak binaan pemasyarakatan di LPKA Kelas II Maros dengan nilai signifikansi sebesar 0,003. Implikasi dalam penelitian ini memaparkan bahwa pemikiran kriminal dapat diminimalisasi dengan peningkatan kecerdasan emosional.
Downloads
References
Abouzari, M., & Mozhdehi, M. (2020). The relationship between mental disorders, emotional intelligence and criminal thinking. Int J Med Invest, 9(3), 37–48.
Dekawati, G., & Marbun, W. (2022). Pendekatan Teori Criminal Thinking Pada Kasus Pembunuhan Anak Oleh Anak. Krisna Law : Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana, 4(1), 59–67. https://doi.org/10.37893/krisnalaw.v4i1.15
Dembo, R., Turner, C. W., & Jainchill, N. (2007). An assessment of criminal thinking among incarcerated youths in three states. Criminal Justice and Behavior, 34(9), 1157–1167. https://doi.org/10.1177/0093854807304348
Escrig-Espuig, J. M., Martí-Vilar, M., & González-Sala, F. (2023). Criminal thinking: Exploring its relationship with prosocial behavior, emotional intelligence, and cultural dimensions. Anuario de Psicología Jurídica, 33(1), 9–15. https://doi.org/10.5093/apj2022a2
Fix, R. L., & Fix, S. T. (2015). Trait psychopathy, emotional intelligence, and criminal thinking: Predicting illegal behavior among college students. International Journal of Law and Psychiatry, 42–43(7), 1–6. https://doi.org/10.1016/j.ijlp.2015.08.024
Hamzah, I., & Herlambang, P. R. (2021). Dapatkah bersyukur dan kontrol diri mencegah criminal thinking narapidana kasus kekerasan seksual? Jurnal Psikologi, 17(1), 9–19. https://doi.org/10.24014/jp.v17i1.11333
Hardyanti, D., Pawennei, M., & Ulfa, S. (2023). Efektivitas pelaksanaan model pembinaan anak berhadapan dengan hukum (Individual treatment model) pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros. Journal of Lex Theory (JLT), 4(2), 479–495. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=2906157&val=25506&title=Peran Kepolisian Dalam Penegakan Hukum Terhadap Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Yang Anarkis Di Kota Makassar
Kinseng, R. A. (2017). Struktugensi: Sebuah Teori Tindakan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 5(2), 127–137.
Knight, K., Garner, B. R., Simpson, D. D., Morey, J. T., & Flynn, P. M. (2006). An Assessment for Criminal Thinking. 52(1), 159–177. https://doi.org/10.1177/0011128705281749
Martinez, V. C., & Andres-Pueyo, A. (2015). The spanish version of the criminal sentiment scale modified (CSS-M): Factor structure, reliability, and validity. The European Journal of Psychology Applied to Legal Contex, 7(2), 67–72. https://doi.org/10.1016/j.ejpal.2015.03.001
Megreya, A. M. (2013). Criminal thinking styles and emotional intelligence in Egyptian offenders. 23, 56–71. https://doi.org/10.1002/cbm
Montolalu, P. P. (2021). Kajian Yuridis Tentang Pemberatan Pidana Pada Recidive. Lex Privatum, 11(11), 158–167.
Pangestika, A. W., & Nurwati, N. (2020). Fungsi lembaga pembinaan khusus anak dalam melaksanakan program pembinaan berbasis budi pekerti pada anak didik pemasyarakatan. SOSIOGLOBAL: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Sosiologi, 4(2), 99–116. http://117.74.115.107/index.php/jemasi/article/view/537
Purwaningsih, P., & Bhudiman, B. (2021). Pola pembinaan narapidana anak di bawah umur (Studi lembaga pembinaan khusus anak Kelas I Tanggerang ). YUSTISI: Jurnal Hukum Dan Hukum Islam, 8(2), 91–105.
Refleksi 2022, Kasus Kriminalitas Remaja dan Pelajar Alami Peningkatan. (2023). TintaMedia. https://www.tintamedia.web.id/2023/01/refleksi-2022-kasus-kriminalitas-remaja.html
Salovey, P., & Mayer, J. D. (1990). Emotional intelligence. Imagination, Cognition and Personality, 9(3), 185–211. https://doi.org/10.2190/dugg-p24e-52wk-6cdg
Sease, T. B., & Knight, K. (2022). Development and testing of the texas christian university criminal thinking scales 3.0. Crime & Delinquency, 69(13–14), 2699–2718. https://doi.org/10.1177/00111287221134917
Shaleh, A. S. A., Maldun, S., & Juharni. (2022). Efektivitas Pembinaan Narapidana Anak Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros. Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, 1(2), 93–102. https://doi.org/10.56326/jp.v1i2.1545
Singh, A., Prabhakar, D. R., Kiran, J. S. (2022). Emotional intelligence: A literature review of its concept, models, and measures. Journal of Positive School Psychology, 6(10), 2254–2275. https://journalppw.com/
Soplantila, R. (2023). Kejari Makassar Tangani 132 Kasus Anak Selama 2023, Terbanyak Pembusuran. https://www.detik.com/sulsel/hukum-dan-kriminal/d-7114168/kejari-makassar-tangani-132-kasus-anak-selama-2023-terbanyak-pembusuran
Statistik Kriminal 2023. (2023). In Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik. https://web-api.bps.go.id/download.php?f=0aaqD84JHZ/3dmN6+dNxk3NzSGloRk1QTDk4NTRqRC9PRFpQdXhWMEYrTWRxd3BBdmova01BaEc1RkU4UkN0T2ZYWFlRRS9oRHV5R205a2hjeDBFckhiSWlEUGl5eWMrUjRyaE5MTzRvSU5pZ0h0czRTK1BxWlRIMEdxSndycVFJeHk2R0FJbE1kL1kvQlBzQU5hQVMzclQ0TkhTQmU0OS
Syam, S., Hasrin, A., & Pontororing, H. F. (2021). Perilaku Kriminal Remaja dan Penanganannya (Studi Kasus Pada LPKA Tomohon). Educouns Journal: Jurnal Pendidikan Dan Bimbingan Konseling, 2(1), 80–84. http://jpbm.fisip-unmul.ac.id
Walters, G. D. (2006). Appraising, researching and conceptualizing criminal thinking : a personal view. 16, 87–99. https://doi.org/10.1002/cbm
Wong, C., & Law, K. S. (2002). The effects of leader and follower emotional intelligence on performance and attitude : An exploratory study. The Leadership Quarterly, 13, 243–274.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fathinah Mardhatillah, Basti Tetteng

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










