ANALISIS POSTSTRUKTURALISME JACQUES DERRIDA TERHADAP FENOMENA KRISIS KEBENARAN DAN MANIPULASI INFORMASI PADA KONTEN TANGGA JELLY AI DI AKUN TIKTOK VILMEI

Authors

  • Siti Safitri Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Zahra Nabila Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Rifma Ghulam Dzaljad Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Keywords:

Poststrukturalisme, Jacques Derrida, Krisis Kebenaran, Manipulasi Informasi, Artificial Intelligence

Abstract

Perkembangan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menciptakan berbagai bentuk konten digital yang mampu memengaruhi cara masyarakat memahami realitas. Salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah konten Tangga Jelly AI yang diunggah oleh akun TikTok Vilmei dan memperoleh jutaan penayangan serta interaksi dari pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena krisis kebenaran dan manipulasi informasi dalam konten tersebut menggunakan perspektif poststrukturalisme Jacques Derrida. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks media. Data diperoleh melalui dokumentasi berupa tangkapan layar akun, video konten, serta komentar pengguna pada unggahan Tangga Jelly AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten tersebut membangun representasi visual yang menciptakan kesan seolah-olah tangga memiliki tekstur seperti jelly, meskipun terdapat indikasi penggunaan teknologi AI dan manipulasi visual. Analisis menunjukkan bahwa makna konten tidak bersifat tunggal, melainkan diproduksi melalui proses interpretasi audiens yang beragam. Respons pengguna yang mempertanyakan keaslian konten menunjukkan adanya proses negosiasi makna dan kesadaran kritis terhadap kemungkinan rekayasa digital. Namun, tingginya tingkat interaksi membuktikan bahwa daya tarik visual dan hiburan sering kali lebih dominan dibandingkan upaya verifikasi kebenaran informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten Tangga Jelly AI merepresentasikan fenomena krisis kebenaran dalam komunikasi digital, di mana batas antara realitas dan representasi menjadi semakin kabur akibat perkembangan teknologi AI.

Downloads

Download data is not yet available.

References

(Laugel et al., 2013)Alam, F., Shaar, S., Dalvi, F., Sajjad, H., Nikolov, A., Mubarak, H., Da, G., Martino, S., Abdelali, A., Durrani, N., Darwish, K., Al-homaid, A., Zaghouani, W., Caselli, T., Danoe, G., Stolk, F., Bruntink, B., & Nakov, P. (n.d.). Fighting the COVID-19 Infodemic: Modeling the Perspective of Journalists, Fact-Checkers, Social Media Platforms, Policy Makers, and the Society.

Cambridge, L. P., & Press, M. A. M. I. T. (2018). McIntyre, L. (2018). Post-truth. Cambridge, MA: MIT Press. 2016–2018.

Fraga-lamas, P., & Fern, T. M. (n.d.). Fake News , Disinformation , and Deepfakes : Leveraging Distributed Ledger Technologies and Blockchain to Combat Digital Deception and Counterfeit Reality.

Laugel, T., Lesot, M., Marsala, C., Renard, X., & Detyniecki, M. (2013). Explanations.

Post-truth, L. M. (2019). Lee McIntyre: 26(2), 311–316.

Woloszyn, V., Schaeffer, F., Boniatti, B., Cortes, E., Mohtaj, S., Sebastian, M., & Val, U. De. (n.d.). Untrue . News : A New Search Engine For Fake Stories. 2–7.

Downloads

Published

2026-07-07

How to Cite

Safitri, S., Nabila, Z., & Ghulam Dzaljad, R. (2026). ANALISIS POSTSTRUKTURALISME JACQUES DERRIDA TERHADAP FENOMENA KRISIS KEBENARAN DAN MANIPULASI INFORMASI PADA KONTEN TANGGA JELLY AI DI AKUN TIKTOK VILMEI. Global Research and Innovation Journal, 2(2), 1522–1528. Retrieved from https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/1405

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.