PERAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM COLLABORATIVE GOVERNANCE PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU ALUN-ALUN MERDEKA MALANG

Authors

  • Rahcita Aisyara Universitas Brawijaya
  • Dimas Haryo Waskito Universitas Brawijaya
  • Ayunda Putri Aullia Universitas Brawijaya
  • Muhammad Dean Evandra Universitas Brawijaya
  • Vada Indah Lestari Universitas Brawijaya
  • Prisca Kiki Wulandari Universitas Brawijaya

Keywords:

Collaborative Governance, Ruang Terbuka Hijau, Dinas Lingkungan Hidup

Abstract

Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan seringkali menghadapi masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah secara tunggal, sehingga membutuhkan pendekatan kolaboratif. Salah satu contoh nya dapat dilihat pada pengelolaan RTH Alun-Alun Merdeka di Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam collaborative governance pengelolaan Alun-Alun Merdeka. Pendekatan collaborative governance yang digunakan merujuk pada model Emerson, Nabatchi, dan Balogh, yang menganalisis konteks sistem, proses kolaborasi, luaran, serta faktor pendukung. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan Alun-Alun Merdeka ditentukan oleh posisi sentral DLH sebagai koordinator dan fasilitator, partisipasi aktif masyarakat melalui konsultasi publik, serta kemitraan finansial dengan sektor swasta lewat CSR Bank Jatim. Praktik kolaborasi nyata terlihat dari penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD), revitalisasi fasilitas publik yang inklusif seperti playground, serta kesepakatan tanggung jawab pada masa transisi. Diharapkan hasil riset ini dapat menyajikan rekomendasi kepada pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya demi perbaikan pengelolaan RTH dengan kemitraan multi-aktor yang lebih seimbang dan akuntabel.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ansel dan Gash. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice.

Arnstein. (1969). A Ladder of Citizen Participation.

Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of public administration research and theory, 22(1), 1-29.

Faizal, M., & Tukiman, T. (2022). Collaborative governance dalam pengembangan wilayah ruang terbuka hijau pada kawasan bantaran Sungai Jagir Wonokromo Kota Surabaya. Jurnal Noken Ilmu-Ilmu Sosial, 8(1), 1–14. https://doi.org/10.33506/jn.v8i1.1848

Haryono, N., Rahayu, A.Y.S., & Soeling, P.D. (2024). Systemic leadership in sustainable collaborative governance: A case study of urban green space management in Surabaya. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 37(3), 329–346. https://doi.org/10.20473/mkp.V37I32024.329-346

Pratama, I. D., Salahudin, & Roziqin, A. (2021). Green open space collaborative governance: A systematic literature review. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 19(2), 125–139.

Rahmaddhana, F., & Wike, W. (2021). Akuntabilitas kinerja bidang pertamanan DISPERKIM Kota Malang. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 7(1), 113–120. https://doi.org/10.21776/ub.jiap.2021.007.01.14

Ramadhan, A. K., & Saputra, E. (2025). Green open space planning based on spatial justice in Jakarta: Study of child friendly integrated public spaces/RPTRA and general green open space. Journal of Placemaking and Streetscape Design, 2(2), 100-120.

Suardi, W., & Suswanta, S. (2020). Advocacy Coalition Framework Dalam Tata Kelola Perkotaan Berbasis Ruang Terbuka Hijau Di Kota Makassar. Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), 9(2), 146-154.

Suratman, F. N., & Darumurti, A. (2021). Collaborative governance dalam pengelolaan ruang terbuka hijau publik (RTHP) di Kota Yogyakarta. Jurnal Pemerintahan Dan Kebijakan (JPK), 2(2), 102-121.

Yusuf, M., Kurniasih, D., & Saputra, A. (2023). Governing green open space in indonesia: barriers and opportunities to enhancing enviromental quality. Otoritas Jurnal Ilmu Pemerintahan, 13(3), 424-439. https://doi.org/10.26618/ojip.v13i3.11685

Cresswel, J. (2009). Research Design Qualitative, Quantitative and Mixed Approaches. SAGE Publication.

Tahir, M. M., & Nahruddin, Z. (2017). Kapabilitas Dynamic Governance dalam Optimalisasi Pengelolaan Lahan Terbuka Hijau di Kota Makassar. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(1), 6.

S. (2026). Peran Dinas Lingkungan Hidup dalam Collaborative Governance Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Alun-Alun Merdeka Kota Malang Wawancara Pribadi.

Pemerintah Kota Malang. (2023). Alun-Alun Merdeka Kota Malang Akan Direvitalisasi. Portal Resmi Pemerintah Kota Malang. malangkota.go.id

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106. Jakarta.

Downloads

Published

2026-06-17

How to Cite

Aisyara, R., Haryo Waskito, D., Putri Aullia, A., Dean Evandra, M., Indah Lestari, V., & Kiki Wulandari, P. (2026). PERAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM COLLABORATIVE GOVERNANCE PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU ALUN-ALUN MERDEKA MALANG. Global Research and Innovation Journal, 2(2), 1228–1242. Retrieved from https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/1344

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.