INOVASI PUPUK CAIR ORGANIK LIMBAH AMPAS TAHU DENGAN BIOAKTIVATOR EM4 SEBAGAI SOLUSI PERTANIAN BERKELANJUTAN

Authors

  • Lian Rahmawati Universitas Tidar
  • Eli Trisnowati Universitas Tidar

Keywords:

Pupuk Cair Organik, Ampas Tahu, EM4, Fermentasi, Pertanian Berkelanjutan

Abstract

Penelitian ini mengkaji inovasi pembuatan pupuk cair organik (POC) berbahan dasar limbah ampas tahu dengan penambahan molase, kulit pisang, dan bioaktivator EM4 sebagai solusi pertanian berkelanjutan. Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia telah menurunkan kesuburan tanah serta menimbulkan pencemaran lingkungan, sementara limbah ampas tahu berpotensi besar dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik karena kandungan proteinnya yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, melalui proses fermentasi bahan organik dengan variasi komposisi dan lama fermentasi (7–14 hari). Komposisi bahan yang digunakan meliputi 15% ampas tahu, 9% molase, 10% kulit pisang, 63% air, dan 3% EM4 sebagai bioaktivator. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan warna, bau, pH, serta waktu kematangan pupuk untuk menilai tingkat fermentasi yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan tersebut menghasilkan pupuk cair dengan karakteristik fisik dan kimia yang sesuai dengan standar SNI 19-7030-2004 dan Peraturan Menteri Pertanian No. 261/2019. POC yang dihasilkan berwarna coklat kekuningan dengan aroma manis tidak menyengat serta pH mendekati netral, menandakan proses fermentasi berjalan baik. Lama fermentasi kurang dari 10 hari sudah menghasilkan pupuk matang secara fisik, namun fermentasi hingga 21 hari diperlukan untuk kestabilan unsur hara makro (N, P, K). Uji aplikasi menunjukkan bahwa tanaman yang diberi POC hasil fermentasi 14 hari mengalami pertumbuhan paling tinggi dibandingkan perlakuan lain. Dengan demikian, formulasi pupuk cair organik dari limbah ampas tahu dengan bioaktivator EM4 terbukti efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan. Inovasi ini memberikan alternatif pengganti pupuk kimia sekaligus solusi pengelolaan limbah organik yang mendukung sistem pertanian berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbari, R., Siregar, M., & Lubis, A. (2015). Analisis kandungan unsur hara pupuk organik cair dari kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.). Jurnal Agroekoteknologi, 4(2), 112–119.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2023) Produk Domestik Bruto Indonesia Menurut Lapangan Usaha 2019–2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2019) Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2004) SNI 19-7030-2004: Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik. Jakarta: BSN.

Hidayat, S., & Sumarni, W. (2017). Pengaruh Lama Fermentasi dan Konsentrasi EM4 terhadap Kualitas Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Sayuran. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 6(1), 1-8.

Lingga, P., & Marsono. (2008). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Nasution, T. (2013). Analisis pupuk organik dari kulit pisang kepok di Laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Jurnal Pertanian Tropika, 1(1), 45–51.

Nurhayati. (2021). Peningkatan kualitas ampas tahu melalui fermentasi menggunakan Trichoderma viride dan Saccharomyces cerevisiae. Jurnal Teknologi dan Industri Hasil Pertanian, 16(2), 75–82.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 261 Tahun 2019 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Purbaningrum, R. (2019). Pemanfaatan ampas tahu sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 30(2), 85–92.

Putri, N., Wulandari, R., & Prasetyo, H. (2022). Pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan baku pupuk organik cair untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman hortikultura. Jurnal Inovasi Pertanian Berkelanjutan, 7(3), 78–86.

Sari, F. P., Hartanto, D., & Prasetio, A. (2020). Pemanfaatan Ampas Tahu dan Kulit Pisang sebagai Pupuk Organik Cair dengan Bioaktivator Effective Microorganisms 4 (EM4). Jurnal Teknologi Lingkungan, 14(2), 123-130.

Suhartono, E., & Budiyanto, M. S. (2018). Kajian Kualitas Pupuk Organik Cair Limbah Tahu Ditinjau dari Rasio C/N dan pH. Jurnal Ilmu Pertanian, 23(1), 50-57.

Supriyono, H. (2021). Kajian kandungan nutrisi ampas tahu sebagai bahan baku pakan dan pupuk organic. Jurnal Agroteknologi, 12(1), 45–53.

Sutanto, R. (2002). Pertanian Organik: Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Jakarta: Kanisius.

Sutanto, R. (2016). Pertanian Organik: Menuju Pertanian Berkelanjutan. Edisi Revisi. Yogyakarta: Kanisius.

Taufiq, A., Widiastuti, R., & Suhartini, S. (2019). Pengaruh Konsentrasi Molase dan Waktu Fermentasi Terhadap Kandungan Hara Pupuk Organik Cair dari Limbah Sayuran Pasar. Jurnal Agroteknologi, 13(2), 101-108.

Triyanto, A., & Pratama, D. (2020). Pupuk organik cair sebagai alternatif ramah lingkungan dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Jurnal Agroteknologi Tropika, 9(1), 33–40.

Wibowo, A., Setyorini, E., & Kurniawan, A. (2021). Optimasi Dosis EM4 dan Lama Fermentasi pada Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan dan Sayuran terhadap Stabilitas pH. Jurnal Rekayasa Proses, 15(1), 35-42.

Yudono, P., & Priyono, B. (2015). Efektivitas Bioaktivator Lokal dan EM4 dalam Mempercepat Proses Dekomposisi Limbah Organik Sebagai Bahan Dasar POC. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 17(2), 101-108.

Fahruddin, M., & Sulfahri. (2019). Aktivitas mikroba dan dinamika fermentasi bahan organik dalam pembuatan pupuk cair menggunakan EM4. Jurnal Bioteknologi dan Sains, 7(2), 55–63.

Santoso, P., & Nugraha, D. (2023). Efektivitas kombinasi bioaktivator EM4 dan limbah tahu terhadap kualitas pupuk organik cair. Jurnal Inovasi Agroindustri, 11(1), 33–42.

Ramadhani, T., & Wulandari, E. (2022). Perbandingan efektivitas pupuk organik cair dan pupuk kimia terhadap pertumbuhan tanaman hortikultura. Jurnal Agrotek, 10(2), 88–95.

Prasetyo, D., & Widyaningsih, R. (2021). Penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah organik untuk pertanian berkelanjutan. Jurnal Ekologi dan Inovasi Lingkungan, 8(3), 45–54.

Rahmadani, A., & Hidayat, S. (2020). Pengaruh pH dan lama fermentasi terhadap kualitas pupuk organik cair berbasis limbah pertanian. Jurnal Teknologi Pertanian, 21(1), 12–20.

Arifin, R., & Setiawan, B. (2021). Analisis kandungan unsur hara pupuk organik cair dari limbah tahu dengan variasi waktu fermentasi. Jurnal Agro Lestari, 9(2), 65–73.

Downloads

Published

2025-12-27

How to Cite

Rahmawati, L., & Trisnowati, E. (2025). INOVASI PUPUK CAIR ORGANIK LIMBAH AMPAS TAHU DENGAN BIOAKTIVATOR EM4 SEBAGAI SOLUSI PERTANIAN BERKELANJUTAN. Global Research and Innovation Journal, 1(3), 3368–3382. Retrieved from https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/903

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.