SOSIALISASI UPAYA MENCEGAH ANEMIA DI KALANGAN REMAJA SMP MUHAMMADIYAH 11 PAKISAJI, MALANG

Authors

  • Hairul Akbar Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen
  • Fitriyah Salsabilah Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen
  • Asty Sapitri Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen
  • Faikul Rizal Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen
  • Dwi Putra Ramadhan Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen

Keywords:

Anemia, Edukasi Gizi, Remaja

Abstract

Anemia masih merupakan masalah kesehatan yang dihadapi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Anemia yang dialami oleh remaja dapat menyebabkan masalah serius dan hal ini umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi yang berkaitan erat dengan tingkat keparahan anemia. Anemia adalah masalah gizi yang banyak ditemukan di seluruh dunia, bukan hanya di negara-negara berkembang, tetapui juga di negara-negara sudah maju. Seringkali, rendahnya asupan zat besi terjadi pada individu yang menjadikan makanan yang jurang bervariasi sebagai pilihan, seperti kurangnya konsumsi protein. Anemia akibat kekurangan zat besi lebih umum terjadi pada remaja perempuan dibandingkan dengan remaja laki-laki karena remaja perempuan mengalami menstruasi setiap bulan dalam fase pertumbuhan, sehingga memerlukan asupan zat besi yang lebih tinggi. Selain itu, remaja perempuan yang mengalami anemia berisiko lebih tinggi mengalami hal yang sama selama masa kehamilan. Ini dapat berdampak buruk pada pertumbuhan serta perkembangan janin selama masa kehamilan, serta meningkatkan kemungkinan terjadinya berbagai komplikasi saat hamil dan melahirkan. Saat ini, terdapat permasalahan mengenai kurangnya pengetahuan remaja tentang anemia, sehingga sangat penting untuk memberikan penyuluhan agar remaja memahami cara mencegah anemia. Oleh karena itu, penting untuk memahami tentang anemia dan bagaimana cara mengenali tanda serta gejala yang muncul, agar remaja dapat cepat menangani masalah tersebut. Target pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di SMP 11 Muhammadiyah Pakisaji, metode pelayanan kepada masyarakat ini menggunakan teknik survey, ceramah, diskusi, serta demonstrasi atau simulasi. Dari hasil yang didapat, para siswa dan siswi dapat mengerti cara mencegah anemia di kalangan remaja. Disarankan agar petugas kesehatan terutama puskesmas, lebih aktif dalam memberikan edukasi mengenai anemia remaja baik laki-laki maupun perempuan sehingga mereka mendapatkan pemahaman tentang anemia dan bersedia mengonsumsi tablet penambah darah yang disediakan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Maharani, S. (2020). Penyuluhan tentang Anemia pada Remaja. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 2(1), 1. https://doi.org/10.36565/jak.v2i1.51

Ulva, T., Stikes, K., & Kendal, M. (n.d.). PERAN EDUKASI GIZI DALAM PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW. 4(1), 2022.

Saferi Wijaya, A., Marita, Z., Rahma Juwita, A., Susanti, N., Kemenkes Bengkulu, P., & Keperawatan, M. (2023). PENYULUHAN KESEHATAN REMAJA TENTANG ANEMIA DI SMA NEGERI 1 KOTA BENGKULU. 2(2), 18–25.

WHO 6a087760-dd4f-11f0-96a6-69f8ea7368ae. (n.d.)

Downloads

Published

2025-12-22

How to Cite

Akbar, H., Salsabilah, F., Sapitri, A., Rizal, F., & Putra Ramadhan, D. (2025). SOSIALISASI UPAYA MENCEGAH ANEMIA DI KALANGAN REMAJA SMP MUHAMMADIYAH 11 PAKISAJI, MALANG. Global Research and Innovation Journal, 1(3), 3273–3277. Retrieved from https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/884